INFO-Cikarang.com – Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dan dipersiapkan, sebelum anda berangkat melakukan perjalanan mudik lebaran.
- Siapkan mental dan kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa saya bisa. Jika ada orang yang bisa, kenapa saya tidak bisa? Bangun motivasi dan semangat untuk diri sendiri.
- Sebelum berangkat seyogyanya berdo’a terlebih dahulu, agar diberikan bimbingan dan keselamatn dari Tuhan Yang Maha Esa.
- Siapkan fisik dengan baik. Jika berpuasa, kondisikan fisik sebaik-baiknya sesuai rute yang dilewati.
- Jangan ambil resiko yang berlebihan, jika fisik lemah maka air minum dan bekal makanan setidaknya sudah disiapkan dari rumah.
- Jika perjalanan bersama grup atau “Mudik Bareng”, harap segera berkumpul sesuai waktu dan kesepakatan agar tidak ketinggalan.
- Jika terpaksa melakukan perjalanan sendiri atau bersama boncenger, maka sebaiknya pemudik Jabodetabek berangkat subuh hari antara pukul 03.00 s/d pukul 04.00 WIB.
Berangkat subuh menghidari kemacetan di jalan Raya Kali Malang, jalan raya Bekasi, jalan raya Karawang – Cikampek yang pasti selalu macet jika hari sudah siang. - Dapatkan peta mudik lebaran yang diterbitkan oleh Departemen Perhubungan RI. Peta juga bisa diperoleh secara gratis di pintu Gerbang Tol (dimana saja), Kantor Jasamarga, Toko Buku Gramedia.
- Siapkan motor dengan sempurna. Kondisikan motor sesuai standard pabrik, karena berbagai asesories dan modifikasi motor tidak bisa dijamin kualitasnya untuk perjalanan jauh. Contoh, gunakan knalpot standar atau pakai kenalpot asli dari pabrik.
- Ganti oli, servis, tune-up, stelan rantai, pemeriksaan tali kopling, tali gas, dan lainnya dengan seksama. Siapkan peralatan ‘tools’ sesuai yang ada.
- Minta saran kepada mekanik, apa saja part yang harus diganti. Jangan lupa katakan pada mekanik mengenai kota mudik dan rute yang bakal dituju. Karena mekanik akan menyesuaikan settingan motor sesuai karakter jalan dan jarak yang bakal ditempuh.
- Sebelum berangkat, bepergian agar kendaraan dicek terlebih dahulu dengan baik dan benar (rem, air radiator, oli, pengapian dan peralatan lain), dan jangan lupa untuk membawa kelengkapan surat-surat (SIM, STNK, dll).
- Siapkan perlengkapan standard pengendara maupun boncenger, antara lain helm berkualitas (wajib hukumnya), jaket, sarung tangan, sepatu.
- Pengendara, maupun boncenger jangan pakai sendal! Pakailah sepatu! Karena sepatu untuk faktor safety atau alat perlindungan kaki .
Jangan bawa barang terlalu banyak. Faktor resiko jatuh, kestabilan, maupun tarikan motor harus dipertimbangkan. - Menggunakan tas dipunggung (ransel) dan box motor merupakan solusi yang baik.
- Jika box dirasakan mahal, tapi ingin bawa barang di belakang motor, maka beli saja braket boxnya. Tatakan braket box bisa dipakai untuk menaruh barang asalkan diikat dengan kuat.
- Pastikan semua tali simpul, maupun tali ransel tidak terurai panjang. Karena sering terjadi kecelakaan hanya gara-gara tali ransel panjang bisa nyangkut di motor lain, hingga pengendara maupun motor jatuh hingga kehilangan nyawa.
- Usahakan melakukan perjalanan mudik berkelompok atau ‘bareng’ dengan teman kerja, tetangga, atau sanak family (adik-kakak).
- Konsentrasi pada jalur yang dipilih. Jika berjalan pelan dan sedang, ambil jalur sebelah kiri. Tapi jika ingin menyalip kendaraan ambil jalur kanan. Ingat, bahwa motor dengan mudahnya berseliweran, kiri-kanan tanpa memperdulikan faktor keamanan, Belum lagi motor lain yang sering bikin kaget menyalip dengan kencang dari sebelah kiri. Hati-hati dan tetap waspada!
- Setiap dua jam perjalanan, berhenti dan beristirahat. Pastikan pengendara dan boncenger memiliki waktu istirahat yang cukup. Kesempatan beristirahat sebaiknya saat berhenti SPBU isi bensin, sekaligus meregangkan badan, sholat, dan melihat kondisi motor serta barang bawaannya.
Semoga Tips diatas dapat bermanfaat dan membantu anda dalam melakukan perjalanan mudik.







Comments are closed.